● online
- Korpus Mapur dalam Islamisasi Bangka
- Peningkatan Tanah Geser Tanah Kohesif dengan Mengg
- Panduan Terlengkap PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahas
- Teori Kritik dan Penerapannya dalam Sastra Indones
- Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas
- Sambernyawa (Pemberontak Tanah Jawa)
- Kisah dan Mukjizat 25 Nabi dan Rasul
- Tambora
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO)
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Awan Theklek Mbengi Lemek
Rp 17.000 Rp 20.000| ISBN | 978-602-0809-32-8 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Awan Theklek Mbengi Lemek
Penulis : Hersri Setiawan
Tebal : xii + 108 hlm
Ukuran : 12 x 18 cm
Penerbit : Gading Publishing
Deskripsi:
Para penulis yang diasingkan ke Pulau Buru pada dekade akhir tahun 60an, kembali ke daerahnya lebih satu warsa kemudian dengan membawa banyak cerita dan kenangan. Demikianlah misalnya, sastrawan terkemuka Indonesia Pramoedya Ananta Toer menulis dua jilid buku memoarnya di Pulau Buru: Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1-2. Penulis lain, Hersri Setiawan menulis kitab tebal sejenis: Memoar Pulau Buru. Kedua karya ini berkisah tentang suka-duka para tahanan politik selama menjalani pengasingan politik tanpa pengadilan di pulau kecil tersebut.
Ada kesan ketika membaca kedua catatan itu, Pulau Buru adalah pulau yang kosong dan hanya para tapol itulah para penghuninya. Maklum kebanyakan catatan, seperti diwakili dua karya itu, memang semata mengisahkan kehidupan para tapol. Sementara para penghuni aseli Pulau Buru hanya sesekali muncul sebagai figuran.
Dalam konteks inilah, buku ini, yang merupakan reproduksi tulisan Hersri Setiawan mengenai kehidupan keluarga, terutama kaum perempuan dan anak di Pulau Buru menjadi penting dan menarik. Menariknya adalah karena ia melaporkan kehidupan masyarakat Pulau Buru dan sekaligus interaksinya dengan para tapol. Pentingnya adalah karena tulisan ini mengangkat suatu kehidupan masyarakat yang dibayangkan belum sepenuhnya terkapitalisasi. Kehidupan Pulau Buru saat itu masih sangat bersahaja. Sejauh pelajaran diambil dari masyarakat Pulau Buru ini, ada secercah gagasan yang bisa dipetik dari tulisan ini bahwa sebagian besar diskriminasi atau pembedaan terhadap perempuan berasal dari, atau bahkan diperburuk, oleh kapitalisme. Inilah mengapa tulisan yang sudah lewat sekian dekade ini tetap penting untuk dibaca.
Tags: budaya, gading publishing
Awan Theklek Mbengi Lemek
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 479 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : D. Dwi Hermawan Tebal : 240 hlm Ukuran : 13 x 19,5 cm Penerbit : Araska Deskripsi : Sudah bukan rahasia jika ada banyak lokasi sepi di berbagai kampus atau sekolah yang wingit. Di tempat-tempat tersebut, si penunggu biasanya tidak mau diganggu. Kalau ada yang berani macam-macam, mereka pasti akan mengancam! Selain kisah… selengkapnya
Rp 57.375 Rp 67.500Penulis : Ahmad Sahidah Tebal : 136 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Klaim agama terhadap kebenaran dirinya yang bersifat universal telah menutup pintu bagi terciptanya dialog, pertemuan, dan saling pengertian di antara berbagai pemeluk agama. Padahal, klaim ini telah mengingkari hakikat agama itu sendiri, sebab agama tidak… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Paul Recoeur Tebal : 552 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Buku ini adalah kumpulan esai ilmiah Paul Ricoeur yang ditulis selama dekade 70-an. Semuanya ada 11 esai yang diklasifikasikan ke dalam tiga bagian. Tidak sebagaimana buku kumpulan esai pada umumnya yang temannya berbeda dari satu esai ke esai lainnya, buku… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Sumarsam Tebal : 343 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Gading Deskripsi : Wayang dan gamelan telah membawa kita pada diskursus-diskursus yang tebanya sangat luas. Dua seni pertunjukan “adiluhung” ini merupakan pertunjukan multimedia yang mempunyai sejarah yang panjang, mengandung kedalaman estetika dan ungkapan simbolis dan religiusita, dan berafiliasi kuat dengan… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : 240 hlm Ukuran : Penerbit : Noktah Deskripsi : “Aja ngomong waton, nanging ngomonga nganggo waton.” Jangan asal bicara, tetapi bicaralah dengan patokan atau alasan yang jelas. Peribahasa tersebut merupakan ajakan untuk tidak asal bicara. Usahakan setiap pembicaraan benar-benar memiliki landasan atau alasan yang jelas agar dapat… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Muhammad Nur Prabowo Setyabudi Tebal : xii + 320 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Buku Obor Deskripsi : Toleransi sejak dahulu sudah mengakar dalam denyut nadi kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga Indonesia dikenal sebagai Zamrud Toleransi. Nilai toleransi yang menjadi warisan budaya bangsa termanifestasi dalam unsur budaya material seperti simbol,… selengkapnya
Rp 100.000 Rp 125.000Penulis : Dewi Anggraeni Tebal : 226 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 65.025 Rp 85.000Penulis : AB. Takko Bandung Tebal : 308 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang disebut Ware… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Jufrizal Tebal : xvi + 190 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi: That language is one of intellectual products of human culture is not questioned anymore. Language and culture are in close-complex interrelationship naturally used by human beings as a main tool of communication. For linguists, the… selengkapnya
Rp 111.180 Rp 130.800Penulis : Damar Shashangka Tebal : 555 hlm Ukuran : 15 x 22 cm Penerbit : Javanica Deskripsi: Pada suatu hari, Darmagandhul, seorang murid yang tajam hatinya, bertanya kepada gurunya, Kiai Kalamwadi, tentang awal mula kenapa penduduk Jawa meninggalkan agama Shiwa Buddha dan beralih memeluk agama Islam. Pada saat itulah Kiai Kalamwadi… selengkapnya
Rp 108.000 Rp 135.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.