Beranda » Sosial Politik » Wajah Terlarang
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Wajah Terlarang

Rp 51.000 Rp 60.000
Hemat Rp 9.000
ISBN978-602-0809-35-9
Stok Tersedia
Kategori Sosial Politik
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Wajah Terlarang

Penulis     : Latifa

Tebal         : xx + 268 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Gading Publising

Deskripsi :

kami bertiga menggunakan

nama lain selama pergi, ke mana

pun. Sejak sekarang, namaku

menjadi Latifa. Nama yang akan

tertera saat aku menandatangani

kesaksian.”

 

Buku yang ada di tangan Anda ini adalah kesaksian itu. Memoar tentang kehidupan gadis usia enambelas di bawah rezim Taliban yang menguasai Afghanistan. Kesaksian di Paris yang dilakukan Latifa dan ibunya serta Diba – perempuan muda yang juga menyelenggarakan sekolah rahasia bagi anak-anak Afghanistan. Tiga perempuan ini mengabarkan kepada publik internasional tentang situasi di Afghanistan atas undangan majalah Elle yang juga difasilitasi oleh pemerintah Prancis. Sejak kedatangannya di Paris, 2 Mei 2001, mereka tak bisa pulang. Taliban mengeluarkan fatwa bagi perempuanperempuan yang berada di Perancis ini untuk dibunuh jika kembali ke Afghanistan. Mereka dianggap telah berdusta dan mencela Taliban.

Fatwa yang dikeluarkan tanpa tahu siapa mereka bertiga ini sebenarnya, karena sejak terekspos media, mereka menggunakan penutup wajah dan menggunakan nama samaran.

Kehidupannya berubah menjadi petualangan memperbarui visa dan berbagi hidup dengan para pengungsi lainnya. Keluarga ini terkoyak, ayah-ibu dan seorang anak perempuannya berada di Paris, satu anak yang lain di Rusia, satunya lagi di Amerika Serikat, sementara dua anak lainnya di Pakistan. Masa depan menjadi jauh dari bayangan. Apakah akan bisa sekolah lagi? Bagaimana memulai lagi?

Latifa menuliskannya bersama Chekeba –Presiden Asosiasi Pembebasan Afghanistan, ketika perempuan muda ini tak bisa pulang dan menjadi pengungsi di Prancis. Terdiri dari tujuh bab yang menuturkan secara lengkap kondisi kehidupan warga sipil menjelang berakhirnya perang saudara melawan Mujahiddin (19931996) dan datangnya Taliban menguasai Afghanistan. Bisa dibilang, ini adalah kisah pribadi yang mengilustrasikan konteks yang lebih luas. Menyinggung situasi politik yang tak terduga, keadaan ekonomi yang sulit, kehidupan sosial, budaya serta kesehatan yang merosot tajam, hingga pendidikan yang semakin mustahil.

Kisah ini begitu kuat karena dituturkan dari sudut pandang perempuan sebagai pihak paling rentan menjadi korban dalam perang atau konflik. Meskipun Latifa –penulisnya berasal dari keluarga menengah yang mendapat pendidikan baik tampak lebih beruntung dari keluarga-keluarga lain yang miskin atau dimiskinkan akibat perang berkepanjangan. Berbeda dengan yang dikabarkan oleh suratkabar, memoar ini secara gamblang bertutur tentang emosi dan menyentuh hal-hal keseharian. Rasa sedih, kecewa, marah, putus asa serta kesakitan dan ketakutan yang tak dikabarkan oleh para wartawan, membuat situasi tampak sangat memprihatinkan luar biasa.

Tags: ,

Wajah Terlarang

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 38 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Keranjangku
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Pustaka Kita
● online
Pustaka Kita
● online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja