Beranda » Budaya » Bukan Takdir: Kisah Pencitraan Orang Tionghoa di Nusantara
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Bukan Takdir: Kisah Pencitraan Orang Tionghoa di Nusantara

Rp 170.000 Rp 200.000
Hemat Rp 30.000
Kode978-602-258-594-7
Stok Tersedia
Kategori Budaya
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Bukan Takdir: Kisah Pencitraan Orang Tionghoa di Nusantara

Penulis     : Widjajanti Wediarini Dharmowijono

Tebal         : xxii + 664 hlm

Ukuran     : 15 x 23 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi :

Dengan diterbitkannya versi Indonesia dari disertasinya tahun 2009, Van koelies, klontongs en kapiteins; het beeld van de Chinezen in Indisch-Nederlands literair proza 1880–1950, akhirnya Dr. Widjajanti Wediarini Dharmowijono mencapai pembaca yang dituju: saudara-saudaranya masyarakat Indonesia.

Prof. Em. Bert Paasman

 

Ia mencakup bukan hanya bahan-bahan yang terekam di dokumen kekuasaan, tapi juga apa yang diproduksi dan dinikmati orang ramai: “sastra naratif”, buku bacaan umum—sebuah simpanan “tradisi” tersendiri. Ia disusun seseorang yang mengalami, dengan jiwa raganya, sebagai bagian apa yang disebut “minoritas” dalam bangsa Indonesia, dan dengan demikian menampilkan kepekaan yang pas tentang “mimpi buruk” kita.

Goenawan Muhamad

 

Tags: ,

Bukan Takdir: Kisah Pencitraan Orang Tionghoa di Nusantara

Berat 700 gram
Kondisi Baru
Dilihat 133 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Keranjangku
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Pustaka Kita
● online
Pustaka Kita
● online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja