● online
- Identitas Hibrid Orang Cina....
- Suwung (Ajaran Rahasia Leluhur Jawa)....
- The Elementary Forms of The Religious Life....
- Khutbah Ringkas 7 Menit Bahasa Jawa....
- Pengantar Pengembangan Kurikulum dengan Pendekatan....
- Sejarah Epidemi Lepra di Tanah Karo....
- Klausula Baku di Era Digital: Regulasi, Yurisprude....
- Perioperatif....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO)
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Kebakaran Lahan Gambut: Dari Asap sampai Kanalisasi
Rp 59.500 Rp 70.000| ISBN | 978-602-386-240-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Geografi dan Geologi |
Kebakaran Lahan Gambut: Dari Asap sampai Kanalisasi
Penulis : Muhammad Noor
Tebal : 140 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi :
Dampak kebakaran hutan dan lahan menjadi trending topic di penghujung tahun 2015. Cuitan media sosial Malaysia melalui tagar #ThankYouIndonesia mengolok-olok Indonesia akibat terdampak asap dari Kalimantan dan Sumatera berbalas melalui #SamasamaMalaysia. Kebakaran hutan/lahan yang menghanguskan 2,09 juta hektare, di antaranya 618 ribu hektare lahan gambut, memaparkan asap bagi 40 juta jiwa penduduk; mengakibat 200.175 jiwa menderita ISPA dan 12 jiwa melayang, mengemisi karbon setara 1.636 juta ton CO2, menghentikan penerbangan, mengungsikan penduduk, membunuh banyak hewan, dan menghilangkan keanekaragaman hayati. Ini menjadi sebuah tragedi. Afni Zulkifli yang terdampak asap di Riau menunjukkan kekecewaannya melalui jejaring sosial dengan mengatakan, “Jika tidak bisa sama-sama mendesak pemerintah turun tangan, tolong doakan kami agar masih tetap bernapas esok hari.” Siti yang tinggal di Desa Sigi, Pulang Pisau, Kalteng menyatakan pasrah, “Kalau ada asap, kami diam saja di dalam rumah, tidak tahu mau ke mana.” Kerugian ekonomi akibat tragedi kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 ini ditaksir mencapai US$20 miliar atau setara Rp270 triliun, 12 kali lipat dari kerugian tahun 1997 yang hanya Rp23 triliun.
Bencana luar biasa ini membuat Presiden Joko Widodo harus berkantor di Palembang dan Wakil Presiden “berang” kepada peserta focus group discussion di hadapan undangan dari negara asing yang menyatakan bencana kebakaran hutan dan lahan ini tidak bisa lepas dari eksploitasi hutan untuk memenuhi pangsa kebutuhan negara Jepang, Australia, Amerika, dan Eropa sebagai pengimpor kayu di masa lalu. Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Emil Salim menyatakan bahwa kebakaran hutan/lahan tahun 2015 merupakan pelajaran yang pahit. Mantan Menteri Lingkungan Hidup lainnya, Nabiel Makarim menyatakan perlu pemikiran baru tentang pembekuan/larangan selama 30 tahun bagi lahan yang terbakar. Mantan Rektor UGM, Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa pencegahan penting bukan sebagai biaya yang hilang, melainkan sebagai bagian biaya investasi. Christianto Wibisono dari Pusat Data Bisnis Indonesia menyatakan jangan berhenti memanfatkan hutan secara produktif dengan industri berbasis kehutanan agar Indonesia tidak bernasib hanya boleh sebagai satpam, penjaga hutan dengan uang receh 1,2 milliar dolar. Mekanisme perdagangan emisi karbon cuma kiat pemburu rente dengan isu dan program luhur bercitra positif memperjualbelikan legimitasi produk dengan label “halal” menurut “agama lingkungan hidup”.
Buku Kebakaran Lahan Gambut ini terdiri atas tujuh bab, dibuka dengan pengenalan tentang pengertian, potensi, dan pemanfaatan lahan gambut (Bab 1); dilanjutkan pembahasan sifat dan karakteristik lahan gambut (Bab 2); kebakaran lahan gambut serta dampaknya terhadap berbagai aspek (Bab 3). Pokok utama buku ini mengemukakan kebakaran lahan gambut dari sudut perspektif pertanian, perkebunan, kehutanan, dan lingkungan hidup (Bab 4) dan lebih jauh dampak kebakaran tersebut berupa kerugian ekonomi dan sosial politik (Bab 5). Selengkapnya buku ini juga mengemukakan respons dan dinamika sosial masyarakat dalam mengatasi kebakaran (Bab 6) dan strategi (anjuran) pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut (Bab 7). Buku ini disusun untuk melawan lupa yang menjadi penyakit bangsa ini sehingga layak dan penting dibaca bagi siapa saja yang merasa prihatin atas nasib negara dan rakyat di masa depan.
Kebakaran Lahan Gambut: Dari Asap sampai Kanalisasi
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 375 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Eva Ban0wati Tebal : 138 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Geografi sosial merupakan kajian dalam geografi manusia yang menjelaskan mengenai interaksi antara manusia dengan lingkungan sosialnya yaitu manusia lain maupun kelompok manusia disekelilingnya. Maksudnya, bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan primer maupun sekunder pasti akan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : N. Daldjoeni Tebal : 209 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pokok-pokok pembicaraan dalam menelaah klimatologi bertalian erat dengan berbagai kejadian pola kehidupan manusia, seperti kegiatan sosial penduduk, cara orang memenuhi kebutuhan primernya, seluk-beluk adat istiadat serta tabiat suatu bangsa. Demikian pula yang menyangkut kesehatan manusia. Maka… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Fahrudi Ahwan Ikhsan Tebal : 140 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku Pengatar Pembelajaran Riset Geografi disajikan untuk membantu pembaca terutama mahasiswa geografi dan dosen bidang studi geografi. Pembelajaran riset menjadi tantangan di era milenial pada saat ini dalam menghadapi generasi Z. Pemikiran pembelajaran riset geografi… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Muhammad Noor Tebal : 222 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Lahan gambut merupakan sebuah kawasan unik dengan sifat keberagaman yang tinggi baik secara fisik, kimia, biologi, maupun ekologi. Indonesia mempunyai luas lahan gambut sekitar 14,91 juta hektare, termasuk negara lahan gambut terluas keempat di dunia…. selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Sukandarrumidi Tebal : 167 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Gambut, briket batubara dan sampah organik, ketiganya merupakan bahan organik yang saat ini belum mendapat perhatian, dan ternyata mempunyai nilai ekonomis. Gambut merupakan tahap awal dari pembentukan batubara, yang mempunyai kandungan sulfur… selengkapnya
Rp 30.600 Rp 36.000Penulis : Mohammad Faiz Barchia Tebal : 196 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Gambut: Agroekosistem dan Transformasi Karbon, sebuah tulisan tentang potensi lahan rawa gambut sebagai agroekosistem tetapi sekaligus sebagai kawasan penyangga karbon, sehingga kekeliruan pengelolaannya dapat menyebabkan terjadi emisi karbon ke… selengkapnya
Rp 39.950 Rp 47.000Penulis : Riyanto, Prinali Ekaputra, Hendi Indelarko Tebal : xvi + 412 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Gava Media Deskripsi : Akhir-akhir ini kebutuhan akan informasi berupa peta dalam berbagai bidang semakin dirasakan. Hal ini dikarenakan peta merupakan suatu komoditas informasi visual yang sangat representatif. Banyak hal yang bisa diinformasikan peta… selengkapnya
Rp 90.950 Rp 107.000Penulis : Sukandarrumidi Tebal : 151 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Batu bara dan gambut merupakan bahan galian organik padat terdapat cukup melimpah didunia maupun di Indonesia. Sebelum perang dunia kedua meletus batu bara merupakan bahan bakar utama. Setelah perang dunia kedua selesai peranan batu bara tergeser… selengkapnya
Rp 22.252 Rp 26.500Penulis : Sukandarrumidi Tebal : 268 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar telah dikenal sejak masa lampau, baik untuk kebutuhan dalam jumlah besar seperti untuk pembangkit listrik tenaga uap dan pabrik semen, maupun dalam jumlah sedikit seperti untuk keperluan rumah tangga… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : N. Daldjoeni Tebal : 182 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejarah, selain bermain di dalam waktu, juga bermain di dalam ruang. Oleh karena itulah, maka Geografi Kesejarahan (Histrorical Geography) diperlukan untuk menelaah dengan sebaik-baiknya mengenai berbagai fakta dan peristiwa di masa lampau. Dalam buku jilid kedua… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.